Literasi.id

Jumat, 21 Juli 2023

Bulan Muharram

    Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam dan memiliki arti penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Muharram adalah salah satu dari empat bulan suci dalam Islam, selain Rajab, Dzul-Qa'dah, dan Dzul-Hijjah.

Muharram memiliki sejumlah peristiwa bersejarah yang sangat penting bagi umat Muslim:

1. Hijrah: Tanggal 1 Muharram juga merupakan hari perayaan Hijrah atau Muharram. Peristiwa ini menandai awal kalender Hijriah atau kalender Islam. Pada tahun 622 Masehi, Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah karena persekusi di Makkah. Peristiwa ini menandai permulaan era Islam dan menjadi titik tolak bagi komunitas Muslim.

2. Asyura: Peristiwa paling terkenal yang terjadi pada bulan Muharram adalah hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Bagi umat Islam, hari Asyura memiliki makna bersejarah yang mendalam, meskipun maknanya bisa berbeda di antara sekte-sekte Islam. 

   - Bagi kalangan Sunni, pada hari Asyura, Nabi Musa AS dan Bani Israel lolos dari penindasan di Mesir dan lolos dari Firaun dengan menyeberangi Laut Merah yang terbelah menjadi dua bagian.

   - Bagi umat Syiah, hari Asyura mengenang peristiwa tragis pembantaian cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain bin Ali di Karbala, Irak pada tahun 680 Masehi. Imam Husain dan 72 pengikutnya yang setia bertarung melawan pasukan Yazid bin Muawiyah yang tidak adil dan korup, dan mereka tewas sebagai syuhada (martir). Peristiwa ini menjadi momen penting yang menginspirasi umat Syiah untuk memperingati penderitaan dan keberanian Husain sebagai simbol perlawanan terhadap tirani.

    Perayaan dan peringatan hari-hari tertentu di bulan Muharram berbeda-beda antara masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia dan di antara berbagai aliran Islam. Sebagian besar umat Muslim menggunakan kesempatan ini untuk merenungkan peristiwa bersejarah ini dan mengambil hikmah dari pengalaman mereka. Selain itu, banyak umat Muslim yang berpuasa, bersedekah, dan melakukan amal kebajikan lainnya selama bulan Muharram untuk mendapatkan berkah dan ampunan dari Allah SWT.




Selasa, 13 September 2016

Format Pengajuan Judul Skripsi

Purworejo,
Kepada   :
Yth, Rektor Bla Bla Purworejo
-diTempat

AssalaamualaikumWrWb
                                                                                                     
Dengan Hormat.
Kami yang bertandatangan dibawah ini :
Nama                 :  
NIM                   :  
Semester            :  
Program Studi   :  
Fakultas             :  
Dengan ini bermaksud mengajukan judul  skripsi guna memenuhi tugas dan melengkapi syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata I (S1), Jurusan Pendikan Agama Islam dengan judul:
1.       

Besar harapan kami dapat diterima dari judul diatas menjadi judul Skripsi yang akan kami susun, dan kami memohon kepada Bapak dapat berkenan memilih judul yang tepat untuk kami.
Demikian surat permohonan pengajuan judul skripsi ini kami buat atas perhatian dan koreksinya kami ucapkan terimakasih.

WassalamualaikumWrWb

Rektor Kampus



Pemohon





Senin, 12 September 2016

Niat Sholat Idhul Adha dan Do'a menyembelih Qurban


Niat Sholat Sunah Idul Adha sebagai Ma'mum

اُصَلِّى سُنُّةً  عِيْدِالْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATA 'IIDHIL ADHAA ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA
 Artinya :
Saya niat sholat sunnah idul adha dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

Niat Sholat Sunah Idul Adha sebagai Imam

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِالْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATA 'IIDHIL ADHAA ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI IMAAMAN LILLAAHI TA'AALA
 Artinya :
Saya niat sholat sunnah idul adha dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala

Doa Ketika Menyembelih Hewan Qurban Milik Sendiri

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنِّي 
 Artinya :
Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku.

Doa Ketika Menyembelih Hewan Qurban Milik Orang Lain

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنْ فُلَانٍ 
 Artinya :
Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku.

Minggu, 11 September 2016

Lafal Bacaan Takbiran


اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Tulisan takbiran berbahasa latin:

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,...
wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa.

Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu
Mukhlishiina lahuddiin
Walau karihal - kaafiruun
Walau karihal munafiqun
Walau karihal musyriku

Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah.

Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Artinya bacaan takbiran:

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.
Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Mahabesar.
Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar
Allah maha besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Jumat, 09 September 2016

Pondok Pesantren Ma'unah Plaosan 3 Baledono Purworejo

Alamat : Plaosan 3, Baledono, Purworejo
Telepon : 085263503250(pa), 085292438230 (pi)
Kecamatan : Purworejo
Kabupaten Purworejo
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Kombinasi
Santri Laki - Laki : 118
Santri Perempuan : 130
Pengasuh : KHR. Dawud Masykuri

Kamis, 08 September 2016

Lirik Lagu India Terbaru Muskurane Ki Wajah - Arijit Singh

Judul Lagu : Muskurane Ki Wajah

Penyanyi : Arijit Singh
Komposer : Jeet Gannguli
Pebulis Lirik : Rashmi Singh
Artis : Arijit Singh, Rajkumar Rao, Patralekha
Label Musik : Sony Music

Muskurane Lyrics

Muskurane ki wajah tum ho
Gungunane ki wajah tum ho
Jiya jaaye na, jaaye na, jaaye na..
O re piya re..
Jiya jaaye na, jaaye na, jaaye na..
O re piya re..

O re lamhe tu kahin mat jaa
Ho sake toh umr bhar tham jaa
Jiya jaaye na, jaaye na, jaaye naa..
O re piya re..
Jiya jaaye na, jaaye na, jaaye naa..
O re piya re.. piyaa re..

Dhoop aaye toh, chhaanv tum laana
Khwahishon ki baarishon mein
Bheeg sang jaana (x2)

Jiya jaaye na jaaye na jaaye na
O re piya re..
Jiya jaaye na jaaye na jaaye na
O re piya re.. piya re..

Jo mile usme kaat lenge hum
Thodi khushiyaan thode aansu baant lenge hum
Jo mile usme kaat lenge hum
Thodi khushiyaan thode aansu baant lenge hum
Jiya jaaye na jaaye na jaaye na
O re piya re..
Jiya jaaye na jaaye na jaaye na
O re piya re.. piya re..

Muskurane ki wajah tum ho
Gungunane ki wajah tum ho
Jiya jaaye na, jaaye na, jaaye na
O re piya re..
Jiya jaaye na, jaaye na, jaaye na
O re piya re.. piya re...
Piya re...
Wo o ho... oo...
Tag : arijit singh

Lirik Lagu India Tum Hi Ho


Music: Mithoon
Singer: Arijit Singh

Hum tere bin ab reh nahin sakte

Tere bina kyaa wajood meraa (2x)

Aku tanpami kini tak dapat hidup
tanpamu apalah artinya keberadaanku

Tujh se judaa gar ho jaayenge
To khud se hi ho jaayenge judaa

jika aku terpisah darimu
maka aku juga akan terpisah dari diriku

Kyonki tum hi ho
Ab tum hi ho
Zindagi, ab tum hi ho
Chain bhi, meraa dard bhi
Meri aashiqui ab tum hi ho


Karena hanya kamu
sekarang hanya kamu
kehidupanku kini hanya kamu seorang
ketenanganku juga rasa sakitku
cintaku sekarang adalah dirimu seorang

Teraa meraa rishtaa hai kaisaa
Ik pal door gawaaraa nahi
Tere liye har roz hain jeete
Tujh ko diyaa meraa waqt sabhi
Koi lamhaa meraa naa ho tere binaa
Har saans pe naam teraa


Bagaimana hubungan kita ini
aku tidak bisa jauh darimu walaupun untuk sesaat
untukmu setiap hari aku bertahan hidup
semua waktuku hanya untukmu
Tiada sedikitpun waktuku tanpa kehadiranmu
namamu ada di setiap hembusan nafasku

Kyonki tum hi ho
Ab tum hi ho
Zindagi, ab tum hi ho
Chain bhi, meraa dard bhi
Meri aashiqui ab tum hi ho

Karena hanya kamu
sekarang hanya kamu
kehidupanku kini hanya kamu seorang
ketenanganku juga rasa sakitku
cintaku sekarang adalah dirimu seorang

Tum Hi ho….Tum hi ho……
dirimu… dirimu….

Tere liye hi jiyaa main
Khud ko jo yoon de diya hai
Teri wafaa ne mujh ko sambhaalaa
Saare ghamon ko dil se nikaala
Tere saath mera hai naseeb juDaa
Tujhe paa ke adhoora naa raha


Hidupku hanya untukmu
aku telah memberikan hidupku untukmu
kesetiaanmulah yang telah menjagaku
menghapus seluruh duka dari dalam hatiku
bersamamu nasibku terjalin
setelah mendapatkanmu hidupku sempurna

Kyonki tum hi ho
Ab tum hi ho
Zindagi, ab tum hi ho
Chain bhi, meraa dard bhi
Meri aashiqui ab tum hi ho

Karena hanya kamu
sekarang hanya kamu
kehidupanku kini hanya kamu seorang
ketenanganku juga rasa sakitku
cintaku sekarang adalah dirimu seorang

Rabu, 07 September 2016

Sejarah Kerajaan Kutai


Letak Kerajaan Kutai berada di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur yang merupakan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Ditemukannya tujuh buah batu tulis yang disebut Yupa yang mana ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta tersebut diperkirakan berasal dari tahun 400 M (abad ke-5). Prasasti Yupa tersebut merupakan prasasti tertua yang menyatakan telah beridirinya suatu Kerajaan Hindu tertua yaitu Kerajaan Kutai.

Tidak banyak informasi mengenai Kerajaan Kutai. Hanya 7 buah prasasti Yupa terseubt lah sumbernya. Penggunaan nama Kerajaan Kutai sendiri ditentukan oleh para ahli sejarah dengan mengambil nama dari tempat ditemukannya prasasti Yupa tersebut.

Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tugu peringatan yang dibuat oleh para Brahmana atas kedermawanan Raja Mulawarman. Dituliskan bahwa Raja Mulawarman, Raja yang baik dan kuat yang merupakan anak dari Aswawarman dan merupakan cucu dari Raja Kudungga, telah memberikan  20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.

Dari prasati tersebut didapat bawah Kerajaan Kutai pertama kali didirikan oleh Kudungga kemudian dilanjutkan oleh anaknya Aswawarman dan mencapai puncak kejayaan pada masa Mulawarman (Anak Aswawarman). Menurut para ahli sejarah nama Kudungga merupakan nama asli pribumi yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu. Namun anaknya, Aswawarman diduga telah memeluk agama Hindu atas dasar kata 'warman' pada namnya yang merupakan kata yang berasal dari bahasa Sanskerta.

Kejayaan Kerajaan Kutai

Tidak banyak informasi mengenai Kerajaan Kutai yang temukan. Tetapi menurut prasasti Yupa, puncak kejayaan Kerajan Kutai berada pada masa kepemerintahan Raja Mulawarman. Pada masa pemerintahan Mulawarman, kekuasaan Kerajaan Kutai hampir meliputi seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kerajaan Kutai pun hidup sejahtera dan makmur. 

Sejarah Kerajaan Kutai | www.zonasiswa.com
Yupa


Keruntuhan Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan melawan Aji Pangeran Sinum Panji yang merupakan Raja dari Kerajaan Kutai Kartanegara. Kerajaan Kutai dan Kerajaan Kutai Kartanegara merupakan dua buah kerajaan yang berbeda. Kerajaan Kutai Kartanegara berdiri pada abad ke-13 di Kutai Lama. Terdapatnya dua kerajaan yang berada di sungai Mahakam tersebut menimbulkan friksi diantara keduanya. Pada abad ke-16 terjadi peperangan diantara kedua Kerajaan tersebut.

Raja-raja Kerajaan Kutai

Berikut di bawah ini merupakan daftar raja-raja yang pernah memimpin Kerjaan Kutai, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Maharaja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman (pendiri)
  2. Maharaja Aswawarman (anak Kundungga)
  3. Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman)
  4. Maharaja Marawijaya Warman
  5. Maharaja Gajayana Warman
  6. Maharaja Tungga Warman
  7. Maharaja Jayanaga Warman
  8. Maharaja Nalasinga Warman
  9. Maharaja Nala Parana Tungga
  10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  11. Maharaja Indra Warman Dewa
  12. Maharaja Sangga Warman Dewa
  13. Maharaja Candrawarman
  14. Maharaja Sri Langka Dewa
  15. Maharaja Guna Parana Dewa
  16. Maharaja Wijaya Warman
  17. Maharaja Sri Aji Dewa
  18. Maharaja Mulia Putera
  19. Maharaja Nala Pandita
  20. Maharaja Indra Paruta Dewa
  21. Maharaja Dharma Setia

Kehidupan Sosial-Ekonomi dan Kebudayaan Kerajaan Kutai

Melihat bahwa letak Kerajaan Kutai pada jalur perdagangan dan pelayaran antara Barat dan Timur, maka aktivitas perdagangan menjadi mata pencaharian yang utama. Rakyat Kutai sudah aktif terlibat dalam perdagangan internasional, dan tentu saja mereka berdagang pula sampai ke perairan Laut Jawa dan Indonesia Timur untuk mencari barang-barang dagangan yang laku di pasaran Internasional.

Dalam hal kebudayaan sendiri ditemukan dalam salah satu prasasti Yupa menyebutkan suatu tempat suci dengan nama "Wapakeswara" (tempat pemujaan Dewa Siwa). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masyarakat Kutai memeluk agama Siwa.

Praktik Pendidikan Agama Islam SMAN 11 Purworejo

                                                    Praktik Pendidikan Agama Islam SMAN 11 Purworejo https://www.youtube.com/watch?v=u2jqfjW...